Pengaruh Metode Filtrasi Terhadap Peningkatan Kualitas Fisik Air Muara Sungsang, Banyuasin
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5680Kata Kunci:
Filtrasi, kualitas fisik air, spektrofotometri, Sungsang BanyuasinAbstrak
ualitas air berupa kekeruhan, warna, bau, rasa, dan residu tersuspensi merupakan isu signifikan di Sungsang Banyuasin. Filter memanfaatkan metode penyaringan untuk menghilangkan partikel padat dan kontaminan. Lokasi penelitian terdiri dari Marga Sungsang, Sungsang II, dan Sungsang III. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air berupa warna, rasa, bau, kekeruhan, residu tersuspensi, dan salinitas, serta kemampuan filter dalam mengatasi kualitas air. Filtrasi terdiri dari sedimentasi, membran filter, serta media filter yang terdiri dari zeolite, silika, antrasit, ferrolite, karbon aktif, dan bioring. Pengukuran kualitas air menggunakan organoleptik untuk mengetahui bau dan rasa, handrefraktometer untuk mengukur salinitas, direct reading untuk mengukur residu tersuspensi, serta spektrofotometri mengukur warna dan kekeruhan. Air sungsang tidak berbau dan tidak berasa, serta nilai residu tersuspensi rentang nilai 17–19 mg/L dibawah baku mutu 50 mg/L. Nilai warna dan kekeruhan besar dari 50 pada skala masing-masing dan nilai salinitas rentang nilai 11–13 ppt. Nilai residu tersuspensi, warna, kekeruhan, dan selinitas mengalami penurunan nilai setelah difiltrasi.
