Pengaruh Ekstrak Kulit Bawang Merah Terhadap Daya Hambat Bakteri Aeromonas hidrophilla Penyebab Penyakit Pada Ikan Secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5739Kata Kunci:
Antibakteri, Kulit bawang merah, Aeromona hydrophillaAbstrak
Bakteri Aeromonas hydrophila, yang umum ditemukan pada lingkungan perairan, merupakan bakteri Gram negatif yang sering menjadi patogen bagi ikan, menyebabkan penyakit seperti hemorrhagic septicemia atau Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada berbagai spesies ikan air tawar. Penelitian ini menyelidiki potensi antibakteri ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) yang diekstraksi menggunakan alkohol absolut 99% terhadap pertumbuhan Aeromonas hydrophila. Uji coba dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, dengan tetrasiklin sebagai kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak kulit bawang merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat di sekitar media pertumbuhan. Rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% secara berurutan adalah 1,21 mm, 2,43 mm, 3,36 mm, 5,70 mm, dan 6,23 mm. Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA dengan perangkat lunak SPSS menunjukkan nilai p (p-value) sebesar 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi ekstrak kulit bawang merah. Oleh karena itu, uji Least Significant Difference (LSD) atau Beda Nyata Terkecil (BNT) dilakukan sebagai uji lanjutan untuk mengidentifikasi perbedaan spesifik antar perlakuan konsentrasi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Andi Welly Wiliandhana Pranata, Ida Bagus Jelantik Swasta, Gede Iwan Setiabudi (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.