Keberadaan Logam Berat Pb Dan Cu Pada Bycatch Perikanan Bagan Tancap Di Perairan Banyuasin, Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5682Kata Kunci:
Baku Mutu, Hasil tangkapan Sampingan, Logam Berat, Perairan BanyuasinAbstrak
Ikan dan beberapa kelompok udang dan kepiting merupakan salah satu biota yang bernilai ekonomis penting yang hidup di perairan. Akumulasi logam berat yang terjadi pada ikan dapat mempengaruhi nilai ekonomis produk perikanan laut tersebut. Terdapat beberapa jenis ikan yang mengandung logam berat dan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan hasil tangkapan sampingan yang dominan dan akumulasi logam berat Pb dan Cu dalam hasil tangkapan sampingan bagan tancap Pesisir Banyuasin. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 dan mendapat tangkapan sampingan yang dominan diantaranya ikan japuh (Dussumieria acuta), ikan tembang (Sardinella fimbriata) dan ikan parang-parang (Chirocentrus dorab). Pengambilan sampel dilakukan pada satu bagan tancap kemudian dianalisis menggunakan SSA (Spektrofotometri Serapan Atom) dengan 3 kali pengulangan. Hasil analisis menemukan konsentrasi rata-rata logam berat Pb dan Cu dalam ikan japuh sebesar 0,65 mg/kg Pb; 0,16 mg/kg Cu. Pada ikan tembang 0,70 mg/kg Pb dan 0,03 mg/kg Cu. Adapun pada ikan parang-parang sebesar 0,50 mg/kg dan 0,17 mg/kg Cu. Berdasarkan baku mutu SNI, Dirjen POM dan FAO, konsentrasi Pb dan Cu dari tiga jenis ikan hasil tangkapan sampingan masih dibawah ambang batas baku mutu dan aman dikonsumsi oleh manusia.
