Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI Policy)
Journal of Tropical Marine Science (JTMS) mengakui penggunaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam kegiatan akademik. Namun, untuk menjaga integritas ilmiah, orisinalitas, dan keandalan publikasi, JTMS membatasi penggunaan AI dalam proses penyiapan naskah dan pengelolaan publikasi.
1. Penggunaan AI oleh Penulis
1.1. Penggunaan yang Diperbolehkan
Penulis diperbolehkan menggunakan perangkat AI secara terbatas untuk membantu parafrase, penerjemahan, serta perbaikan tata bahasa, ejaan, dan keterbacaan naskah. Penggunaan tersebut tidak boleh mengubah makna ilmiah, mengaburkan sumber asli, atau menggantikan kontribusi intelektual penulis.
1.2. Penggunaan yang Tidak Diperbolehkan
Penulis tidak diperbolehkan menggunakan AI untuk:
-
Menghasilkan data penelitian, hasil penelitian, atau interpretasi ilmiah yang disajikan seolah-olah berasal dari penelitian yang benar-benar dilakukan.
-
Membuat, merekayasa, atau memanipulasi gambar, foto, ilustrasi ilmiah, maupun bukti visual yang digunakan sebagai hasil penelitian.
-
Memalsukan, mengubah, atau merekayasa data dan hasil analisis penelitian.
-
Menghasilkan referensi, kutipan, atau informasi ilmiah yang tidak dapat diverifikasi.
-
Menyamarkan plagiarisme, menghindari kewajiban sitasi, atau menyajikan gagasan pihak lain sebagai karya sendiri.
-
Menggantikan penilaian, analisis, dan tanggung jawab ilmiah penulis dalam penyusunan naskah.
Penggunaan perangkat lunak untuk membuat grafik atau visualisasi berdasarkan data penelitian asli tetap diperbolehkan, sepanjang data tidak dimanipulasi secara menyesatkan dan penyajiannya sesuai dengan prinsip integritas ilmiah.
1.3. Pengungkapan Penggunaan AI
Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI generatif untuk parafrase, penerjemahan, atau penyuntingan naskah dalam pernyataan penggunaan AI pada bagian yang ditentukan oleh jurnal. Pengungkapan sekurang-kurangnya mencakup nama perangkat AI dan tujuan penggunaannya.
Contoh pernyataan:
“Dalam penyusunan naskah ini, penulis menggunakan [nama perangkat AI] untuk membantu [parafrase/penerjemahan/penyuntingan bahasa]. Penulis telah memeriksa dan memverifikasi hasil penggunaan perangkat tersebut serta bertanggung jawab penuh atas isi, keakuratan, orisinalitas, dan integritas ilmiah naskah.”
Penggunaan alat bantu konvensional untuk pemeriksaan ejaan dan tata bahasa tanpa menghasilkan atau mengubah substansi naskah tidak wajib diungkapkan.
1.4. Tanggung Jawab Penulis
Penulis bertanggung jawab penuh atas seluruh isi naskah, termasuk keakuratan informasi, keaslian karya, ketepatan sitasi, dan kepatuhan terhadap etika publikasi. Perangkat AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau penulis pendamping.
2. Penggunaan AI oleh Reviewer
Reviewer tidak diperbolehkan mengunggah atau memasukkan naskah yang belum diterbitkan, data penelitian, maupun informasi rahasia yang diperoleh selama proses penelaahan ke perangkat AI yang dapat menyimpan, menggunakan, atau mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak lain.
Penilaian naskah harus didasarkan pada keahlian dan pertimbangan ilmiah reviewer sendiri. Penggunaan AI tidak boleh menggantikan evaluasi kritis terhadap kebaruan, metode, hasil, dan kontribusi ilmiah naskah.
3. Penggunaan AI oleh Editor
Editor bertanggung jawab menjaga kerahasiaan naskah dan independensi proses editorial. Naskah yang belum diterbitkan serta informasi rahasia dalam proses editorial tidak boleh dimasukkan ke perangkat AI yang tidak memiliki perlindungan kerahasiaan dan keamanan yang memadai.
Keputusan editorial harus dibuat berdasarkan penilaian manusia, dengan mempertimbangkan kualitas ilmiah, kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.
4. Pemeriksaan dan Penanganan Pelanggaran
JTMS berhak meminta klarifikasi kepada penulis apabila terdapat indikasi penggunaan AI yang tidak sesuai dengan kebijakan ini. Dugaan pelanggaran akan dievaluasi berdasarkan bukti dan konteks penggunaannya.
Pelanggaran dapat mengakibatkan permintaan klarifikasi, revisi naskah, penolakan naskah, atau tindakan korektif lainnya sesuai dengan tingkat pelanggaran dan kebijakan etika publikasi jurnal.
Penggunaan AI tidak dengan sendirinya dianggap sebagai pelanggaran. Penilaian dilakukan berdasarkan jenis penggunaan, keterbukaan pengungkapan, keakuratan isi, dan dampaknya terhadap integritas ilmiah.
5. Peninjauan Kebijakan
JTMS dapat meninjau dan memperbarui kebijakan ini sesuai dengan perkembangan teknologi, standar etika publikasi ilmiah, dan pedoman yang relevan.