Analisis Perubahan Garis Pantai Di Pantai Matras Kabupaten Bangka Kepulauan Bangka Belitung
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v6i1.4102Kata Kunci:
Coastline, Coastline Change, AbrasionAbstrak
Pantai Matras merupakan salah satu pantai yang ada di Kepulauan Bangka Belitung yang di jadikan sebagai tempat wisata. Garis pantai adalah garis yang memisahkan antara darat dan laut yang setiap tahunnya dapat berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan laju perubahan garis pantai sebelum (tahun 2000-2010) dan setelah adanya pemecah gelombang (tahun 2010-2020), serta dampaknya terhadap wisata pantai di Pantai Matras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode digitasi dan Digital Shoreline Analysis System. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2000-2010 sebelum adanya pemecah gelombang Pantai Matras mengalami perubahan penambahan maksimum 34,23 m dengan laju 3,42 m/tahun dan pengurangan maksimum -35,10 m dengan laju -3,51 m/tahun, sedangkan setelah adanya pemecah gelombang pada tahun 2010-2020 Pantai Matras mengalami perubahan penambahan maksimum sebesar 72,79 m dengan laju 7,28 m/tahun dan pengurangan maksimum -81,72 m dengan laju -8,17 m/tahun. Perubahan ini menimbulkan abrasi seluas 3,64 ha dan akresi 1,50 ha saat sebelum adanya pemecah gelombang dan abrasi seluas 8,48 ha dan akresi 4,20 ha setelah adanya pemecah gelombang. Abrasi ini berdampak negatif bagi wisata pantai di Pantai Matras karena dapat menyebabkan vegetasi dan bangunan di pesisir pantai menjadi rusak.